- Sumber mata air panas
satu-satunya yang dimiliki oleh Kabupaten Sintang, ternyata masih eksis dan
terjaga.
Sebelumnya,
sumber air panas yang terletak di Sebetuk Desa Wirayuda Kecamatan Ketungau
Tengah ini, diisukan telah musnah tak berbekas akibat kegiatan land-clearing
perusahaan perkebunan kelapa sawit disana.
Mata air panas atau sumber air panas adalah mata air yang dihasilkan akibat keluarnya air tanah dari kerak bumi setelah dipanaskan secara geotermal. Air yang keluar suhunya di atas 37° C, namun sebagian mata air panas mengeluarkan air bersuhu hingga di atas titik didih. Sumber air panas di Sebetuk, mungkin termasuk yang terakhir karena menurut warga setempat dapat untuk merebus telur.
Mata air panas mengandung kadar mineral tinggi, seperti kalsium, litium, dan radium. Mandi berendam di dalam air panas bermineral dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Berdasarkan alasan tersebut, dibanyak tempat yang memiliki sumber air panas banyak dibangun pemandian air panas. Di era kemajuan dibidang perawatan tubuh dan kecantikan, sumber ini dapat dijadikan Spa untuk tujuan kecantikan, rekreasi dan pengobatan.
Kepala Desa Wirayuda, Sukirman, yang dihubungi kalimantan-news hari Selasa siang (11/6/2013) menginformasikan bahwa sumber air panas tersebut masih eksis, dan telah ditetapkan sebagai salah satu asset Desa Wirayuda. “Semula, areal sumber tersebut telah di inclave seluas 2 Hektar. Namun kemudian oleh Region Manager PT Kiara Sawit Abadi (KSA) diinstruksikan agar di inclave seluas 6 Hektar”, jelas Sukirman.
Sukirman menambahkan, sebetulnya lahan inclave tambahan seluas 4 Hektar tersebut sudah masuk lahan PT KSA karena telah dibeli dari pemiliknya. Namun pihak perusahaan merelakan lahan tersebut yang katanya untuk melindungi sumber daya alam ini. Sayang, hingga saat ini pihak Pemerintah Kabupaten belum pernah menaruh perhatian kepada aset yang dapat dijadikan objek wisata ini.
“Kedepan, kami tinggal berupaya untuk mengusulkan pembangunan akses jalan keluar-masuk menuju sumber air panas tersebut”, ucap Sukirman mengakhiri perbincangan. (das/Luc)
No comments:
Post a Comment
Please leave your comment for complaints and inquiries. We apologize if we do not reply to your comments, because we can not get online 24 hours. So please remain patient because you keep your comments we read. Regards admin